Tempat Cari Tokusatsu

http://i39.tinypic.com/16i5c3p.jpg

kebersamaan

kebersamaan
Bersama-sama

Minggu, 28 Maret 2010

Wisuda Maret 2010

Pada bulan maret 2010, diperkirakan ada 3 orang dari anggota IMK yang akan diwisuda pada tanggal 29 maret 2010, yaitu Siti Zahara,S.Hum (SKI 06), Hareas Toma,S.H.I. (Muamalah 05), Sayuti, S.Pd.I.(Tadris Bahasa Inggris), Miftahul Hayati, S.Pd.I.(Tadris Bahasa Inggris 05). Dan juga seluruh para wisudawan pasca sarjana yang tidakdapat kami sebutkan namanya di sini. Selamat wisuda ya, moga ilmu yang didapat bisa bermanfaat. Tunggu info selanjutnya.

Jumat, 12 Maret 2010

Afdal Yumansyah


Nama : Afdal Yumansyah

Tempat/Tgl Lahir : Sei. Penuh, 8 Februari 1998

Asal : Pasar Semurup

Kelas : VII A

Pesan : Semoga Pesantren Nurul Haq tetap maju, jaya dan belajar dengan giat.

Kesan : Selama saya sekolah di sini, saya sangat banyak dapat ilmu agama.

Monika Apridella. M


Nama : Monika Apridella. M

Tempat/Tgl Lahir : Sei. Penuh, 3 April 1996

Asal : Air Tenang, Semurup

Kelas : VIII A

Pesan : Semoga Pesantren Nurul Haq tetap aman dan bersih selalu. Amiin.....

Kesan : Pondok pesantren Nurul Haq membuat saya menjadi orang yang beriman.

Yelti Rahajri


Nama : Yelti Rahajri

Tempat/Tgl Lahir : Koto Tengah (Kayu Aro), 20 Mei 1995

Asal : Siulak Mukai

Kelas : IX B

Pesan : bagunlah generasi muda Kerinci ini menjadi generasi yang berpegang teguh kepada norma-norma dan agama.

Kesan : Pondok Pesantren Nurul Haq adalah pondok pesantren di mana rasa kekeluargaan sangatlah kuat atau tinggi. Di sini kita merasa seperti saudara kandung. Air satu gelas untuk berlima, teman sakit sama-sama diurus, dan kekompakan untuk saling melindungi.

Biodata Santri Dan Santriwati yang Kami Wawancarai

Nama : Afdial Suhanda

Tempat/Tgl Lahir : Air Tenang,10 April 1995

Asal : Air Tenang, Semurup

Kelas : IX B

Pesan : Semoga Pesantren Nurul Haq tetap berjaya dan semoga santrinya makin giat lagi.

Kesan : saya berkesan baik kepada guru-guru yang sudah membimbing saya sampai saat ini.


PONDOK PESANTREN NURUL HAQ, SEMURUP


Mempertahankan Keeksistensian Dalam Mencetak Para Santri Dan Santriwati

Yang Memilki IPTEK Dan IMTAQ

Sebagai seorang Muslim Indonesia, tentunya kita tidak asing lagi dengan pondok pesantren, sebuah tempat pendidikan yang mencetak para santri dan santriwati, dan yang jelasnya, di tempat tersebut diajarkan nilai-nilai keislaman. Iulah gambaran secara umum mengenai Pondok pesantren.

Pondok Pesantren paling banyak sekali di berbagai wilayah Indonesia, baik yang sistem pendidikannya yang masih tradisional, atau lebih dikenal dengan Pondok pesantren salafi atau klasik. Metode pengajaran klasikmenitikberatkan kepada pemahaman nakah kitab klasik, baik secara gramatika maupun isi. Sedangkan dalam pesantren modern yang memadukan antara ilmu pengetahuan Umum dengan ilmu pengetahuan kegamaan yang bernafaskan Islam, menekankan pada pemahaman dan kemampuan berbahaa secara lisan. Namun, megenai pemahaman pad kitab klasik kurang begitu dipehatikan. Begitulah kira-kira sedikit mengenai bentuk pesantren yang ada di Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, kami dari Mahasiswa Kerinci IAIN Imam Bonjol Padang mengunjungi sebuah pesantren yang cukup ternama di Kab. Kerinci, yaitu Pesantren Nurul Haq. Pesantren ini tepatnya berlokasi di daerah Pasar Semurup, Kec. Air Hangat, Kab. Kerinci, Prop. Jambi.

Ketika kami sampai di Pondok pesantren tersebut, kami disambut dengan penuh penghargaan dari pihak sekolah tersebut, baik itu dari pimpinan pesantren, guru, maupun dari siswa-siswi di sana. Sehingga kami benar-benar merasakan nuansa kegamaan yang cukup kuat di sana ketika melihat suasana yang penuh dengan keramah-tamahan. Kamipun menjadi teringat akan nuansa ketika masih bersekolah dalam dunia pesantren. Kecuali saya (penulis) yang tidak merasa hal tersebut, karena tidak pernah menimba ilmu di pesantren.

Pesantren Nurul Haq merupakan salah satu pesantren yang cukup tua di Kab. Kerinci. Usia pesantren ini kira-kira sudah mencapai umur 50-an, sebuah umur yang cukup tua bila dikategorikan ke dalam benda-benda sejarah. Siswa-siswi dari Pesantren ini berasal dari berbagai desa dalam wilayah Kabupaten Kerinci, baik mereka yang berasal dari wilayah Kerinci Hilir, tengah, maupun hulu. Bahkan ada dari siswa kabupaten lain yang sekolah di sana, seperti siswa dari Pariaman.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, siswa-siswi dari berbagai daerah dalam kabupaten kerinci banyak menimba ilmu di sana. Tapi yang menjadi sebuah permasalahan adalah minimnya siswa yang berasal dari Semurup, daerah tempat pesantren tersebut terletak. Padahal kalau kita analisis, sudah seharusnya banyak siswa yang berasal dari Semurup dibandingkan daerah-daerah lain. Siswa yang paling banyak berasal dari wilayah Kerinci hulu, seperti daerah Siulak dan Kayu Aro.

Berdasarkan pengamatan dan data yang kami peroleh, dahulu pada era 80-an banyak siswa dari Semurup yang menimba ilmu di sana, tetapi pada era 2000-an jumlah siswa sudah mulai menurun hingga sekarang, khususnya yang berasal dari Semurup.

Menurut pimpinan Pesantren, Buya Darul Ulum menyatakan bahwa pada saat sekarang ini masyarakat lebih cenderung untuk menuntut ilmu pengetahuan umum ketimbang ilmu agama, hal ini berdasarkan persepsi dari masyarakat sendiri yang beranggapan bahwa sekolah agama hanya diajarkan ilmu agama saja dan tidak diajarkan ilmu pengetahuan umum. Serta ada anggapan dari masyarakat yang menyatakan bahwa sekolah agama hanya mencetak para ustadz dan ustadzah saja, tidak mencetak ilmuwan yang modern. Tetapi, pada kenyataannya menurut pimpinan pesantren tersebut menyatakan bahwa sistem pembelajaran di pesantren ini sudah modern, artinya sudah diajarkan ilmu pengetahuan umum dan teknologi selain ilmu-ilmu agama yang menjadi prioritas sebuah pesantren.

Menurut kepala TU pesantren ini, Suharto S.Ag.,S.Pd. menyatakan bahwa dahulu pesantren ini pernah berjaya semasa beliau menimba ilmu di sana. Banyak dari para lumni yang telah menjadi sukses, seperti menjadi dokter, dosen, guru, politisi dan sebagainya. Kejayaan pesantren ini kira-kira pda era 80-an hingga tahun 1996.

Kejayaan Pesantren Nurul Haq didorong oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Dukungan dari orang tua.

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa peranan orang tua sangat menonjol sekali dalam menentukan jalan hidup sang anak. Arahan dari orang tua biasanya akan menentukan bagaimana pilihan sang anak. Apalagi ketika sang anak diarahkan untuk menimba ilmu agama, orang tua akan mendukung sepenuhnya bila sang anak mau mengikuti mereka.

2. Sekolah Masih Sedikit

Minimnya sekolah yang berbasis agama sangat mempengaruhi kejayaan bagi Ponpes Nurul haq. Dahulu, kebanyakan siswa berasal dari daerah yang minim sekolah agama. Jadi, mereka berinisiatif untuk mencari sekolah yang mempunyai nuansa islami. Sehingga, banyaklah siswa-siswi Ponpes Nurul Haq pada era 80—an hingga 90-an.

3. Letak Geografis

Letak suatu sekolah sangat mempengaruhi akan kemajuan sekolah itu sendiri. Ponpes Nurul Haq yang terletak di desa Semurup, Kec. Air Hangat, cukup dekat dengan Ibu Kota Kabupaten Kerinci, Sungai Penuh. Kira-kira berjarak 10 km dari Semurup menuju ibu kota, sehingga mudah untuk diketahui oleh orang yang akan menuju ke sana. Keberadaan Ponpes nurul Haq sangat mudah untuk dicari, sehingga hal ini mengundang banyak minat siswa-siswi yang ingin sekolah di sana.

Kemudian, kalau kita lihat pada era milenium, dari segi kuantitas santri sudah mulai menurun. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

1. Diri sendiri

Faktor yang sangat besar pengaruhnya adalah faktor intern, yang berasal dari diri sendiri. Ketika dari diri sendiri menganggap sekolah agama sudah tidak ada kebebasan, maka yang terjadi adalah keengganan untuk melihat bagaimana kondisi yang sebenarnya dari sekolah itu sendiri.

Padahal, kalau kenyataan yang sebenarnya tidaklah demikian, justeru hal unik yang kami dapatkan ketika berkunjung ke Ponpes Nurul Haq adalah segala fasilitas tersedia di sana, misalnya internet, sarana olahraga, sarana seni dan musik, dan sebagainya.

2. Perubahan Persepsi Orang tua

Perkembangan zaman ternyata juga mempengaruhi pola pikir seseorang. Dalam hal ini, khususnya cara berpikir dan sudut pandang dari orang tua dalam memandang sekolah yang berbasis agama. Hal ini saling berkaitan dengan faktor nomor 1, banyak dari orang tua yang menganggap bahwa sekolah agama hanya sekedar mempelajari hal-hal yang berbau agama saja, tanpa mempelajari ilmu pengetahuan umum lainnya. Hal ini disebabkan oleh karena orang tua tidak melihat secara langsung bagaimana sistem belajar dan aktivitas di sekolah yang berbasis agama, khususnya Pondok pesantren Nurul Haq Semurup.

Dari kedua faktor yang menyebabkan kemunduran Ponpes nurul Haq, dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa peranan dari orang tua dan dorongan kuat dari diri sendiri merupakan penyebab berkurangnya siswa yang mau menuntut ilmu di Ponpes Nurul Haq, kalaupun ada yang menuntut ilmu di sana hal ini mungkin disebabkan oleh kemauan yang begitu kuat dari pribadi siswa sendiri dan kesadaran dari orang tua yang melihat jauh bagaimana sebenarnya dari sekolah yang berbasis agama, khususnya Pondok Pesantren Nurul Haq Semurup.

Namun ada satu catatan penting dan hal yang positif, yaitu keeksistensian dari Pondok Pesantren Nurul Haq dalam mencetak para santri dan santriwati yang berilmu pengetahuan serta iman dan taqwa yang mantap. Dengan kata lain, Sekolah tersebut sudah tergolong ke dalam Pondok pesantren modern, yang memadukan IPTEK dan IMTAQ.

Rabu, 10 Maret 2010

Kesalahpahaman


Pada tanggal 10 Maret 2010, saya mendapatkan sms dari salah satu alumni Ponpes Nurul Haq, yaitu saudari Silvia Lestari. Saudari tersebut menyatakan bahwa dari pihak ponpes menanggapi pesan dinding yang saya buat mengenai kemajuan sekolah yang berbasis agama. Sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa inspirasi saya membuat tulisan tersebut berdasarkan dari kegiatan IMK IAIN IB di Ponpes Nurul Haq, Semurup dan berbagai data yang kami peroleh, baik dari wawancara dengan pimpinan Ponpes sendiri, maupun dengan guru dan siswa yang kami anggap mampu untuk memberikan informasi mengenai Ponpes Nurul Haq.

Kegiatan kami berawal dari program kerja tahunan IMK IAIN IB, yaitu mengadakan kegiatan sosialisasi tentang IAIN IB dan membuat laporan mengenai sekolah yang telah dikunjungi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh IMK, khususnya bagian Humas dan dibantu oleh pengurus yang lain. Saya selaku sekretaris umum dari IMK IAIN Imam Bonjol, setelah mengadakan penelitian dan wawancara di Ponpes Nurul haq, berinisiatif untuk membuat laporan mengenai Ponpes tersebut dan dipublikasikan di internet. Jadi, menurut pandangan saya, selaku perwakilan dari IMK IAIN Imam bonjol, untuk mempublikasikan hal tersebut haruslah berdasarkan data dan informasi yang diperoleh. Kalaupun ada pihak terkait yang merasa dirugikan dalam hal ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena tidak ada niat untuk merusak nama baik suatu lembaga pendidikan yang terkait. Malah sebaliknya, kamipun justeru ingin memperkenalkan lembaga pendidkan yang berbasis agama Islam, yang dalam hal ini khususnya Ponpes nurul Haq. Dengan cara mengajak alumninya, khususnya yang menamatkan pendidikan sampai tingkat Aliyah di Ponpes untuk melanjutkan pendidikan di IAIN IB dan kamipun berharap ada yang mau mengikuti jejak kami menuntut ilmu di sana dan berusaha mengharumkan nama sekolah dengan cara menjadi mahasiswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun organisasi.

Selanjutnya, mengenai para alumninya, seperti yang telah saya tulis, mungkin ini terjadi kesalahpahaman. Menurut sumber yang kami dapatkan, memang alumni ponpes pada era 80-an hingga era 90-an banyak yang telah menjadi orang-orang yang sukses, sebagai contoh : dr. Marlis, Buya Suharto, dan sebagainya. Tapi, pada tahun 2000 ke atas kami melihat hal itu semakin menurun bila dibandingkan dengan era 80-90-an. Hal itu kami lihat dari kenyataan yang ada dan berdasarkan beberapa sumber yang kami dapatkan, bahwa memang demikian adanya. Khususnya yang terjadi pada sebagian masyarakat Semurup yang memandang sebelah mata. Kami melihat hal tersebut karena telah terjadi pergeseran terhadap nilai sosial dan budaya. Mungkin kalau ada yang melihat dari sisi lain, silahkan berikan komentar.

Terakhir, kami selalu mendukung setiap sepak terjang dari Ponpes Nurul Haq dalam mencetak insan yang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan agama, serta insan yang bertaqwa. Jadi, sekali lagi kami tegaskan, tidak ada niat di hati kami untuk merusak citra sekolah yang berbasis agama Islam.

Sabtu, 06 Maret 2010

Kegiatan Sosialisasi Ikatan Mahasiswa Kerinci IAIN Imam Bonjol


Kegiatan sosialisasi merupakan kegiatan tahunan dari IMK IAIN Imam Bonjol Padang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan IAIN Imam Bonjol kepada siswa-siswi Aliyah dan juga sekolah-sekolah umum, sekaligus memberikan motivasi kepada siswa-siswi tersebut agar tetap melanjutkan sekolahnya sampai perguruan tinggi, serta menarik mereka agar kuliah di IAIN Imam Bonjol.

Pada bulan Februari 2010, tepatnya tanggal 17, IMK IAIN IB melaksanakan kegiatan tersebut di Pondok pesantren Nurul Haq, Semurup. Yang diwakili oleh:

1. Arki Auliahadi, Mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam angkatan 2007, yang bertindak sebagai sekretaris dalam kegiatan ini.

2. Yudy Hudaeby, Mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2008, yang bertindak sebagai ketua.

3. Silvia Lestari, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab angkatan 2009, yang bertindak sebagai bendahara. Ia juga merupakan alumni dari Pondok Pesantren ini.

Kegiatan ini rencana awalnya hanya untuk mensosialisasikan IAIN IB, tetapi setelah rapat dari ketiga pengurus kegiatan, akhirnya disepakati untuk menambah kegiatan dengan wawancara dengan Pimpinan Pondok pesantren dan pihak yang terkait, serta dengan siswa-siswi Pondok pesantren tersebut. Dalam hal ini diwakili oleh :

1. Afdal Yumansyah, siswa kelas 1 MTs.

2. Monika Apridella M, siswi kelas 2 MTs.

3. Afdial Suhanda, siswa kelas 3 MTs.

4. Yelti Rahajri, siswi kelas 3 MTs.


Dari keempat siswa yang kami wawancarai, tiga diantaranya berasal dari daerah Semurup, dan satu dari Koto Tengah, Kayu Aro.

Sebelumnya kami juga sempat saling berbagi cerita dengan guru-guru di ponpes tersebut yang kami kenal. Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan pigam dari panitia kegiatan kepada Buya Suharto, S.Ag.,S.Pd. selaku Kepala TU, kemudian piagam tersebut diserahkan kepada siswa-siswi yang kami wawancarai.

Silahkan download photo-photo kegiatan ini di : http://www.mediafire.com/?wu1fzmglnkm