Pada tanggal 10 Maret 2010, saya mendapatkan sms dari salah satu alumni Ponpes Nurul Haq, yaitu saudari Silvia Lestari. Saudari tersebut menyatakan bahwa dari pihak ponpes menanggapi pesan dinding yang saya buat mengenai kemajuan sekolah yang berbasis agama. Sebelumnya perlu saya jelaskan bahwa inspirasi saya membuat tulisan tersebut berdasarkan dari kegiatan IMK IAIN IB di Ponpes Nurul Haq, Semurup dan berbagai data yang kami peroleh, baik dari wawancara dengan pimpinan Ponpes sendiri, maupun dengan guru dan siswa yang kami anggap mampu untuk memberikan informasi mengenai Ponpes Nurul Haq.
Kegiatan kami berawal dari program kerja tahunan IMK IAIN IB, yaitu mengadakan kegiatan sosialisasi tentang IAIN IB dan membuat laporan mengenai sekolah yang telah dikunjungi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan oleh IMK, khususnya bagian Humas dan dibantu oleh pengurus yang lain. Saya selaku sekretaris umum dari IMK IAIN Imam Bonjol, setelah mengadakan penelitian dan wawancara di Ponpes Nurul haq, berinisiatif untuk membuat laporan mengenai Ponpes tersebut dan dipublikasikan di internet. Jadi, menurut pandangan saya, selaku perwakilan dari IMK IAIN Imam bonjol, untuk mempublikasikan hal tersebut haruslah berdasarkan data dan informasi yang diperoleh. Kalaupun ada pihak terkait yang merasa dirugikan dalam hal ini, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, karena tidak ada niat untuk merusak nama baik suatu lembaga pendidikan yang terkait. Malah sebaliknya, kamipun justeru ingin memperkenalkan lembaga pendidkan yang berbasis agama Islam, yang dalam hal ini khususnya Ponpes nurul Haq. Dengan cara mengajak alumninya, khususnya yang menamatkan pendidikan sampai tingkat Aliyah di Ponpes untuk melanjutkan pendidikan di IAIN IB dan kamipun berharap ada yang mau mengikuti jejak kami menuntut ilmu di sana dan berusaha mengharumkan nama sekolah dengan cara menjadi mahasiswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun organisasi.
Selanjutnya, mengenai para alumninya, seperti yang telah saya tulis, mungkin ini terjadi kesalahpahaman. Menurut sumber yang kami dapatkan, memang alumni ponpes pada era 80-an hingga era 90-an banyak yang telah menjadi orang-orang yang sukses, sebagai contoh : dr. Marlis, Buya Suharto, dan sebagainya. Tapi, pada tahun 2000 ke atas kami melihat hal itu semakin menurun bila dibandingkan dengan era 80-90-an. Hal itu kami lihat dari kenyataan yang ada dan berdasarkan beberapa sumber yang kami dapatkan, bahwa memang demikian adanya. Khususnya yang terjadi pada sebagian masyarakat Semurup yang memandang sebelah mata. Kami melihat hal tersebut karena telah terjadi pergeseran terhadap nilai sosial dan budaya. Mungkin kalau ada yang melihat dari sisi lain, silahkan berikan komentar.
Terakhir, kami selalu mendukung setiap sepak terjang dari Ponpes Nurul Haq dalam mencetak insan yang cerdas dalam ilmu pengetahuan dan agama, serta insan yang bertaqwa. Jadi, sekali lagi kami tegaskan, tidak ada niat di hati kami untuk merusak citra sekolah yang berbasis agama Islam.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar